23
Sep

Kaprodi Teknik Komputer Mengikuti Rapat Kerja Pembahasan Kurikulum INFOKOM berbasis OBE

Bapak Akhyar Lubis, S.Kom, M.Kom selaku kaprodi Teknik Komputer mengikuti kegiatan Rapat Kerja Pembahasan Kurikulum INFOKOM berbasis OBE yang diselenggarakan oleh APTKOM Pusat yang dilaksanakan secar daring dan luring. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dari 19 hingga 20 September 2022 dengan narasumber Bapak Prof. Ir. Zainal Arifin, H.,MLS., Ph.D, Prof. Dr.  Achmad Benny Mutiara, Prihandoko, Ph.D dan Prof. Dr. Achmad Nizar, H,. S.Kom., M.Kom. Terdapat tiga topik pembahasan dalam kurikulum diantaranya Model Arsitektur BoK Kurikulum Infokom Berdasarkan CC 2020 dan Contoh Gambar BoK Kurikulum oleh Prof Achmad Benny Mutiara, 2. Arah pengembangan kurikulum sistem informasi oleh Dr. Achmad Nizar Hidayanto, 3. Model Kurikulum OBE oleh PRIHANDOKO, MIT, PHD.

Baca juga : Penguatan Kurikulum Bidang Keamanan Jaringan Bersama Ec-Council

“Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka kita menyusun kurikulum dan akan dihasilkan buku kurikulum baru APTKOM yang berbasis OBE,” tegas Solikin, S.Si.,MT., Direktur Eksekutif APTIKOM saat membuka sesi presentasi”.

Rapat Kerja Pembahasan Kurikulum INFOKOM berbasis OBE

Selanjutnya Bapak Prihandoko menambahkan bahwa terdapat satu permasalahan yang kita hadapi yang juga menjadi kekhawatiran menteri-menteri. Terdapat gap antara pendidikan tinggi dengan dunia industri, terutama perihal ijazah dan transkrip. “Kalau selama ini dengan ijazah dan transkrip, pesan izajah dan transkrip adalah mahasiswa sudah belajar ini, tapi di dalam dokumen itu tidak cerita mahasiswa bisa apa. Tidak ada cerita kompetensinya,” ucap Bapak Prihandoko.

Bapak Prihandoko juga menceritakan keadaan industri saat ini. Ia memberi Google dan Facebook sebagai contoh. Kedua perusahaan besar ini tidak lagi memperdulikan ijazah atau nilai saat merekrut calon pegawainya. Mereka mementingkan kompetensi, apakah calon pegawainya bisa melakukan tugasnya. Ini juga yang melatarbelakangi munculnya OBE.

“Kurikulum-kurikulum internasional seperti FIBAA juga berbasis OBE. Jadi, lembaga-lembaga akreditasi itu mensyaratkan semua kurikulum pendidikan tinggi secara OBE jika mau diakreditasi secara internasional,” jelas Prihandoko. Diharapkan bahwa semakin banyak program studi INFOKOM yang terakreditasi inernasional sehingga mutunya sama dengan negara-negara lain. “Kita pikirkan bagaimana caranya mempercepat mahasiswa menguasai sesuatu. Bagaimana mahasiswa bisa paham? Bagaimana mahasiswa bisa mengerjakan itu? Bagaimana mahasiswa bisa punya kompetensi di situ? Kalau dulu dosen sebagai pengajar, sekarang dosen dan mahasiswa sama-sama belajar,” ucap Prihandoko.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dengan rangkaian kegiatan Pleno, paparan berkenaan kurikulum INFOKOM Berbaris OBE dan dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB sesi paralel pembahasan penyusunan Drafting  kurikulum per  Keilmuan/Prodi. Program Studi Teknik komputer juga disaat yang bersaman telah merampungkan perbaikan kurikulum yang nantinya menunggu untuk disahkan dan dilaksanakan untuk semester selanjutnya.